Seputarpendidikan003.blogspot.com

1/20/2013

Menjadi Guru Favorit

Guru merupakan seseorang yang akan menentukan jaya atau runtuhnya suatu negara atau bangsa dan peradaban manusia. Guru berperan mencerdaskan kehidupan bangsa, seorang anak yang pada mulanya tidak mengetahui apapun dapat dibuat menjadi pribadi yang jenius. Guru yang baik adalah guru yang mampu melahirkan pribadi yang unggul. Guru diharapkan mampu memberantas kebodohan dan mampu menerapkan kearifan, sehingga anak didik akan mampu memahami apa arti dan tujuan kehidupan dan jati diri manusia.

Guru harus mampu mengemban dan menjalankan amanah yang sangat luar biasa itu, namun tidak semua guru dapat mengembannya. Banyak yang mengkaitkan bahwa istilah guru diambil dari “digugu” dan “ditiru”, ya memang benar bahwa seorang guru harus mampu menjadi teladan yang baik untuk anak didiknya. Namun pada kenyataannya masih banyak guru yang jauh dari porsi tersebut, baik dilihat dari IQ atau Kecerdasab Intelegensia, EQ atau Kecerdasan Emosional, SQ atau Kecerdasan Spiritual.

Guru adalah seorang pahlawan, dan banyak yang menganggap bahwa kepribadian seorang guru seperti malaikat atau para nabi. Salah satu sifat yang harus dimiliki oleh seorang adalah rasa semangat yang tinggi untuk terus berjuang. Yang jadi masalah adalah banyak guru yang tidak memahami tentang fungsi, dan perannya sebagai agen pengubah.

Berikut ini ada beberapa hal yang sekiranya dapat dijadikan cermin untuk mengubah pribadi seorang guru menjadi pribadi yang digemari atau favorit:

1. Sabar

Menurut Richard Sprecher, guru dari Montgomery Country, Maryland, bahwa “Hal yang paling indah tentang mengajar adalah bahwa semakin banyak kita memberi, maka semakin banyak pula yang akan kita peroleh kembali”.

Sabar adalah dasar yang harus melekat dalam kehidupan manusia. Sabar juga dapat dijadikan sebagai kompas yang akan mengarahkan kita pada jalan yang lurus. Hilangnya rasa sabar akan mengurangi keimanan seseorang. Kondisi inilah yang harus dimiliki oleh seorang guru. Karakterisitik anak didik sangat beragam, ada yang tekun, rajin, memperhatikan ketika proses belajar mengajar berlangsung, usil, malas belajar dan tidak memperhatikan materi yang sedang disampaikan oleh guru.

Keadaan tersebut harus dapat disikapi dengan baik oleh guru, hal ini tentu saja membutuhkan kesabaran yang lebih. Dengan kesabaran akan membantu seorang guru untuk selalu dapat bersikap dan bertutur kata yang baik.

2. Menjadi Sahabat

Menurut Donna Fisher, guru dari Rockwall, Texas, “Ilmuwan mendapatkan penghargaan setelah menemukan sesuatu. Jenis penghargaan yang saya dapatkan adalah jika saya telah menjangkau seorang anak atau jika saya telah membantu mereka untuk mengerti. Tidak ada penghargaan lain yang bisa melebihi itu.” Guru yang baik adalah guru yang mampu menjadi seorang sahabat bagi anak didiknya.

3. Konsisten serta Komitmen dalam Bersikap

Menurut Jay Sommer, guru dari New York, “Ketika kita dapat membagi hal-hal yang kita ketahui, kita akan merasakan sesuatu yang luar biasa. Saya sendiri dulu merasa begitu haus akan pengetahuan sehingga sekarang saya tidak ingin ada satu anak pun yang tetap kehausan.”

Guru dapat dikatakan berhasil jika, ia mampu konsisten dan komitmen dengan tindakan serta perilakunya. Keteladan dapat berujung pada hal-hal yang positif jika diimbangi dengan konsistensi. Contohnya, seorang guru yang mengajarkan bersikap jujur pada anak didiknya tapi guru tersebut tidak mampu menerapkannya.

4. Menjadi Pendengar dan Penengah

Guru yang baik adalah guru yang mau menjadi pendengar atas keluhan-keluhan, saran, dan kemarahan anak didik, walaupun terkadang kata-kata yang keluar adalah kata-kata yang kurang baik. Semua guru harus mempunyai kemampuan menjadi pendengar yang baik bagi anak didiknya.

Guru juga harus mampu menunjukkan sikap netralitas terhadap siswanya. Guru harus menjadi penengah dalam menyelesaikan semua perasalahan yang dialami oleh anak didiknya dengan adil dan obyektif.

5. Visioner dan Misioner

Proses belajar mengajar harus didukung dengan visi dan misi yang baik. Visi dan misi adalah senjata yang sangat tajam. Dengan visi dan misi dapat mengarahkan anak yang terlihat bandel, namun pada kenyataannya anak tersebut adalah anak yang pandai, kreatif dan cerdas.

Dengan visi yang bagus dari seorang guru akan membuatnya memberikan sebuah penghargaan terhadap siswanya. Misi seorang guru dalam hal mendidik adalah mampu memompa rasa semangat anak supaya mampu mengembangkan segenap bakat dan potensi yang dimiliki.