Seputarpendidikan003.blogspot.com

7/17/2013

Komunikasi Guru

Proses belajar mengajar adalah kegiatan interaksi dan komunikasi guru dengan siswa. Disini ada dua unsur manusiawi, yang pertama adalah siswa sebagai pihak yang belajar dan yang kedua adalah guru sebagai pihak yang mengajar. Proses tersebut adalah mata rantai yang menghubungkan guru dan siswa sehingga terjalin komunikasi yang memiliki tujuan pembelajaran.

Mengajar dilakukan dengan tujuan untuk membantu murid belajar, untuk itulah guru perlu untuk memperhatikan kualitas mengajar. Kualitas mengajar yang baik ada pada kualitas respons yang diberikan pengajar kepada siswa dalam proses belajar mengajar. Guru diharapkan mempunyai ketrampilan untuk menciptakan iklim komunikatif dengan murid. Dengan memiliki keterampilan menciptakan iklim komunikatif maka siswa bisa berpartisipasi secara aktif untuk mengeluarkan pendapat, mengembangkan imajinasi dan daya kreativitas. Jadi komunikasi guru dan siswa adalah kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka baik secara verbal atau non verbal, secara individual ataupun kelompok dan dibantu dengan media belajar.

Dalam komunikasi belajar mengajar, tatap muka seorang guru berperan sangat penting dalam kelas. Peran tersebut adalah untuk mengoptimalkan kegiatan belajar. Kemampuan esensial guru yang harus terwujud dalam hal ini ada tiga, yaitu kemampuan untuk merencanakan kegiatan, untuk melaksanakan kegiatan dan untuk mengadakan komunikasi. Kemampuan ini disebut dengan generic essensial. Kemampuan tersebut sama-sama penting, karena guru tidak hanya bisa merencanakan sesuai rencana, namun juga harus terampil menjalankan kegiatan belajar serta terampil untuk menciptakan iklim pembelajaran yang komunikatif.

Iklim komunikatif yang baik ada dalam hubungan personal antara guru dengan guru yang lain, antara guru dengan murid, dan hubungan antara murid dengan murid. Hubungan tersebut adalah keadaan yang memungkinkan proses belajar mengajar berlangsung dengan efektif. Kegiatan belajar mengajar yang efektif karena setiap orang di dalam kelas diberi kesempatan untuk ikut serta sesuai dengan kemampuan masing-masing. Hal ini akan menimbulkan situasi sosial dan emosional yang menyenangkan bagi tiap orang, baik bagi guru dan siswa didalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Komunikasi guru yang berjalan dengan baik akan memberi manfaat yang cukup baik bagi murid dan guru itu sendiri.