Seputarpendidikan003.blogspot.com

12/01/2013

Masalah dan Kualitas pendidikan di Indonesia

Indonesia sebagai Negara dengan kepadatan penduduk terbesar ke-4 di dunia  dan memiliki lebih dari  17,000 pulau-pulau  yang terbentang dari sabang sampai merauke merupakan Negara kepulauan terbesar pertama di dunia. Dengan kondisi alam yang beraneka ragam dimana setiap tempat bisa menghasilkan beraneka rempah-rempah ditambah dengan hasil tambang seperti minyak bumi dan batubara hal ini cukup menjadikan Indonesia sebagai salah satu Negara yang kaya raya dari hasil alamnya.

Selain itu, oleh Bank Dunia Negara Indonesia sudah dikategorikan kedalam  skala ekonomi stabil yang mana rata- rata pertumbuhan ekonominya selalu mengalami kenaikan setiap tahun sekitar 5 – 6 persen. Namun sayangnya, dengan kondisi alamnya yang sedemikian sempurna, taraf kehidupan di Indonesia masih sangatlah jauh dari kemakmuran. Hal ini bisa dilihat dari masih banyaknya warga yang hidup dalam garis kemiskinan dan masih banyaknya warga yang belum pernah merasakan bangku pendidikan.

Dalam mengelola kekayaan tanah air, bangsa Indonesia masih bergantung kepada tenaga-tenaga ahli dari luar negeri. Hal ini sungguh ironis karena kurangnya kualitas pendidikan yang ada di Indonesia menyebabkan rakyat kehilangan kesempatan untuk mengabdikan dirinya kepada Negara. Kurangnya kualitas pendidikan yang ada di Indonesia  sebagian besar karena tidak siapnya seorang guru dalam memberikan pengajaran yang  maksimal, seperti guru sering absen mengajar,  kurangnya referensi materi yang ingin disampaikan, tidak tersedianya buku-buku penunjang, minimnya gaji serta banyaknya guru yang memilih bekerja sambilan sehingga tidak bisa fokus dalam kegiatan belajar mengajar.

Guna memerangi masalah yang nyata mengenai kualitas pendidikan di Indonesia, pemerintah perlu mengambil tindakan yang nyata, diantaranya :
  1. Salurkan dana pendidikan tepat pada sasaran, terutama pada para siswa yang tidak mampu karena mengalami kesulitan ekonomi.
  2. Berantas mafia korupsi dan hukum berat para pelakunya.
  3. Adakan Jaringan internet hingga pelosok desa, sehingga memudahkan setiap lapisan masyarakat dalam mencari informasi melalui internet.
  4. Jalankan perpustakaan gratis bagi masyarakat umum guna meningkatkan hobi membaca.
  5. Tingkatkan kualitas para pengajar dengan disiplin tinggi, sehingga mereka akan benar-benar mengerti tanggung jawab mereka sebagai seorang guru.
  6. Ubah cara belajar berbasis hafalan menjadi Cara berpikir Kreatif.