Seputarpendidikan003.blogspot.com

12/20/2013

Peringkat Pendidikan Negara Indonesia di Dunia

Indonesia memiliki sistem pendidikan terbesar keempat di dunia namun sayangnya  Indonesia menempati urutan terakhir  dalam laporan pendidikan yang dievaluasi  dari 50 negara lainnya. Sebenarnya sangat ironis bagi Bangsa Indonesia yang sudah memiliki kestabilan ekonomi  dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi sekitar 5 sampai 6 persen, dan oleh Bank Dunia pun sudah ditetapkan sebagai Negara dengan pendapatan menengah, namun gagal dalam sistem pendidikan.

Sistem pendidikan di Negara Indonesia menjadi begitu buruk karena beberapa faktor:
  1. Hanya sepertiga mahasiswa yang berhasil menyelesaikan sekolah dasar secara lengkap ( Seharusnya 57 juta siswa bersekolah).
  2. Besarnya persentase ketidakhadiran guru dalam hal memberikan pengajaran, yaitu sekitar 20 persen.
  3. Banyaknya guru yang memilih bekerja sampingan di luar sekolah guna memenuhi kebutuhan hidup sehari hari.
  4. Masih banyaknya praktek korupsi sehingga anggaran yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kemajuan sekolah lenyap di tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab
  5. Sistem pembelajaran yang masih berfokus pada hafalan.
  6. Kurangnya distribusi buku sebagai sumber utama pengetahuan.
  7. Tidak adanya teknologi yang memadai.
  8. Buruknya kualitas guru yang ada.
Lembaga anti korupsi yang ada di Indonesia mengklaim bahwa sangat sedikit sekolah yang bersih dari kasus korupsi. Rata- rata sekitar 40 persen dana yang seharusnya disalurkan akan hilang tanpa bekas.
Guna mengatasi buruknya sistem pendidikan yang ada di Indonesia, maka pemerintah pun berusaha mengambil langkah-langkah berikut guna meningkatkan citra pendidikan yang ada di Indonesia
  1. Pemerintah bekerja keras dalam upaya memberantas korupsi yang masih begitu lekat di setiap lapisan masyarakat Indonesia.
  2. Pemerintah berusaha meningkatkan wawasan dengan memanfaatkan teknologi internet dengan menyediakan komputer sehingga para guru pun bisa meningkatkan kualitas mereka dalam mengajar para siswa.
  3. Memberikan pembekalan pada para pemuda  mengenai  pengetahuan dan informasi lewat internet yang nantinya akan sangat berguna dalam memberikan peran guna melakukan perubahan di tahun-tahun mendatang.
  4. Kurikulum berbasis Sains, geografi dan Bahasa Inggris akan mulai diberikan pada sekolah menengah Pertama.
  5. Pengajaran akan lebih diutamakan ke cara berpikir kreatif serta mandiri, karena sampai saat ini pemerintah masih berpusat pada ajaran hafalan.