Seputarpendidikan003.blogspot.com

12/17/2015

Sarana dan Fungsi Sosialisasi Politik

Sarana dan Fungsi Sosialisasi Politik - sosialisasi politik merupakan suatu proses dimana seseorang akan belajar mengenai politik, serta mengembangkan minatnya pada duni politik. Sosialisasi politik pada dasarnya merupakan proses pembelajaran yang dilakukan oleh seseorang baik didapatkan dari pengalaman dirinya sendiri maupun pengalaman orang lain. Sosialisasi politik memberikan seseorang tentang hasil pembelajaran mengenai tingkah laku politik atau nilai-nilai yang dianut oleh suatu partai politik tertentu. Sosialisasi politik dapat terjadi di sepanjang masa hidup seseorang, tidak hanya orang dewasa yang harus tahu mengenai politik, anak-anak maupun remaja juga harus mempelajari dan memahami tentang politik. Dalam melakukan sosialisasi politik dapat dilakukan melalui beberapa sarana. 

Berikut beberapa sarana sosialisasi politik:

1. Keluarga: keluarga merupakan sarana sosialisasi politik yang pertama karena merupakan suatu komponen yang paling dekat, anak mendapatkan pengetahuan pertamanya dari keluarga, sehingga keluarga secara tidak langsung dapat menanamkan nilai-nilai dalam politik pada seorang anak. Contoh, seorang ayah yang bercerita tentang kepemimpinan soekarno sehingga secara tidak langsung mengajarkan anak untuk mencintai soekarno begitu pula penerapannya pada partai politik lainnya. Baca: Proses dan Contoh Sosialisasi

2. Sekolah: sekolah dapat dijadikan sarana dalam sosialisasi politik, karena sekolah memiliki tugas dalam memberikan ilmu dan pengetahuan salah satunya tentang politik yang didapatkan dalam pembelajaran kewarganegaraan, ilmu sejarah serta ilmu pengetahuan sosial. Melalui sekolah anak dapat belajar tentang pentingnya bernegara. Serta mengetahui sejarah politik serta dunia kepemimpinan. Anak juga diajarkan tentang bagaimana membangun suatu lembaga, yang dapat dipraktekkan secara langsung dari ketua kelas, dan perang-perangkat lain serta anggotanya, dari hal tersebut anak dapat belajar dunia politik dari ranah kecil.

3. Kelompok bermain/ peer goup: melalui kelompok seseorang dapat saling mempengaruhi, baik itu tentang budaya pergaulan maupun faham politik. Seseorang akan menyesuaikan keyakinan dengan yang dianut atau telah disepakati oleh kelompoknya agar dapat tetap diakui oleh kelompok tersebut.

4. Tempat kerja: tempat kerja merupakan tempat seseorang menghabiskan waktunya untuk mencari nafkah, dan mau tidak mau seseorang akan terlibat proses sosialisasi di temat kerja, sehingga seringkali faham terhadap suatu politik dijadikan pemilihan bersama.

5. Media massa: pada masa modern ini seseorang menjadikan media massa menjadi sumber informasi yang utama, termasuk dalam memperoleh pengetahuan tentang politik.

6. Pemerintah: pemerintah merupakan lembaga yag memiliki kepetungan langsung terhadap dunia politik, hal ini karena pemerintah merupakan lembaga yang menjalankan sistem politik itu sendiri.

7. Partai politik: partai politik juga merupakan sarana yang memiliki kepentingan politik itu sendiri, partai politik biasanya memberikan kampanye yang menyuarakan tentang nilai-nilai yang dianut oleh partai politik tersebut.

8. Keterlibatan langsung: keterlibatan langsung dengan suatu partai politik mau tidak mau akan mengubah cara pandang seseorang terhadap suatu nilai politik. Baca: Media dan Agen Sosialisasi

Berikut beberapa fungsi sosialisasi politik:

1. Meningkatkat pemahaman serta pengetahuan seseorang teng dunia politik, serta menumbuhkan rasa ingin tahu sehingga terdorong untuk dapat menjadi bagian dari suatu sistem politik.

2. Mengajarkan nilai yang berlaku dalam politik, sehingga secara tidak langsung melatih seseorang menjadi agen politik untuk mempengaruhi orang lain agar orang lain dapat ikut berpartisipasi dalam dunia politik suatu negara.

3. Mengajarkan serta memilhara suatu sistem yang dianut oleh pemerintah. Sehinga setiap warga masyarakat wajib mengetahui tentang sistem politik yang sedang dianut oleh suatu negara.